Pengertian dan Sejarah PHP
PHP adalah bahasa pemrograman script yang paling banyak dipakai saat ini. PHP banyak dipakai untuk memrogram situs web dinamis, walaupun tidak tertutup kemungkinan digunakan untuk pemakaian lain.
Contoh terkenal dari aplikasi PHP adalah phpBB dan MediaWiki (software di belakang Wikipedia). PHP juga dapat dilihat sebagai pilihan lain dari ASP.NET/C#/VB.NET Microsoft, ColdFusion Macromedia, JSP/Java Sun Microsystems, dan CGI/Perl. Contoh aplikasi lain yang lebih kompleks berupa CMS yang dibangun menggunakan PHP adalah Mambo, Joomla!, Postnuke, Xaraya, dan lain-lain.
SEJARAH PHP****
PHP pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu PHP masih bernama FI (Form Interpreted), yang wujudnya berupa sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.
Selanjutnya Rasmus merilis kode sumber tersebut untuk umum dan menamakannya PHP/FI, kependekan dari Hypertext Preprocessing’/Form Interpreter. Dengan perilisan kode sumber ini menjadi open source, maka banyak programmer yang tertarik untuk ikut mengembangkan PHP.
Pada November 1997, dirilis PHP/FI 2.0. Pada rilis ini interpreter PHP sudah diimplementasikan dalam program C. Dalam rilis ini disertakan juga modul-modul ekstensi yang meningkatkan kemampuan PHP/FI secara signifikan.
Pada tahun 1997, sebuah perusahaan bernama Zend menulis ulang interpreter PHP menjadi lebih bersih, lebih baik, dan lebih cepat. Kemudian pada Juni 1998, perusahaan tersebut merilis interpreter baru untuk PHP dan meresmikan rilis tersebut sebagai PHP 3.0.
Pada pertengahan tahun 1999, Zend merilis interpreter PHP baru dan rilis tersebut dikenal dengan PHP 4.0. PHP 4.0 adalah versi PHP yang paling banyak dipakai pada awal abad ke-21. Versi ini banyak dipakai disebabkan kemampuannya untuk membangun aplikasi web kompleks tetapi tetap memiliki kecepatan dan stabilitas yang tinggi.
Pada Juni 2004, Zend merilis PHP 5.0. Dalam versi ini, inti dari interpreter PHP mengalami perubahan besar. Versi ini juga memasukkan model pemrograman berorientasi objek ke dalam PHP untuk menjawab perkembangan bahasa pemrograman ke arah paradigma berorientasi objek.
Kelebihan PHP dari bahasa pemrograman lain
* Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya.
* Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana – mana dari mulai IIS sampai dengan apache, dengan configurasi yang relatif mudah.
* Dalam sisi pengembangan lebih mudah, karena banyaknya milis – milis dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.
* Dalam sisi pemahamanan, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah karena referensi yang banyak.
* PHP adalah bahasa open source yang dapat digunakan di berbagai mesin (linux, unix, windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console serta juga dapat menjalankan perintah-perintah system.
Operators pada PHP
Operator Aritmatika
di dalam setiap pemrograman tentu saja memerlukan operator aritmatika, karena semua dasar sintak semuanya berdasarkan runtutan logika matematika.
operator ini sangat mudah diterjemahkan bagi anda yang pernah masuk ke sekolah dasar, seperti pertambahan, pengurangan, perkalian, pembagian.
nah penggunaan dari operator-operator matemetika di di atas tentu saja tidak jauh berbeda. berikut inilah daftar cara contoh cara penulisan operator matemetika di dalah pmrograman PHP.
Contoh Nama Hasil
-$a Negasi lawan dari $a.
$a + $b Pertambahan tambahkan nilai $a dan nilai $b.
$a – $b Pengurangan kurangkan nilai $a dengan nilai$b.
$a * $b Perkalian kalikan nilai $a dan nilai $b.
$a / $b Pembagian bagikan nilai $a dengan nilai $b.
$a % $b Modulus sisa hasil pembagian nilai $a oleh nilai $b.
contoh aplikasi:
1.
2.
3.
$a=5;
4.
$b=6;
5.
$c= $a + $b;
6.
echo $c;
7.
?>
8.
maka hasilnya akan muncul 11
###Pengertian Operators###
Di dalam pemrograman PHP, Operator adalah sesuatu yang memiiki satu atau lebih dari suatu bentuk nilai atau bentuk ekspresi, yang mana akan menghasilkan suatu bentuk nilai lain yang berbeda.
Bentuk operator ada tiga jenis yaitu :
1. Unary Operators
2. Binary Operators
3. Ternary Operator
Unary Operators adalah Operator yang beroperasi pada satu nilai, seperti Negasi (-) atau penjumlahan (+) dan lain-lain. Binary Operator mencakup seluruh operator yang mendukung PHP. Sedangkan Ternary Operator biasanya digunakan untuk memilih dua ekspresi yang terikat oleh ekspresi ketiga. Biasanya bentuk pemisah menggunakan tanda kurung.
Associativity Operators Additional Information
non-associative new new
left [ array()
non-associative ++ – increment/decrement
non-associative ~ – (int) (float) (string) (array) (object) @ types
non-associative instanceof types
right ! logical
left * / % arithmetic
left + – . arithmetic and
string
left << >> bitwise
non-associative < <= > >= comparison
non-associative == != === !== comparison
left & bitwise and
references
left ^ bitwise
left | bitwise
left && logical
left || logical
left ? : ternary
right = += -= *= /= .= %= &= |= ^= <<= >>= assignment
left and logical
left xor logical
left or logical
left , many uses
Assosaitifiti kiri dievaluasi dari kiri ke kanan, dan assosiasitifiti kanan dievaluasi dari kanan ke kiri.
Kamis, 06 Mei 2010
SQL
PENGENALAN LAIN DARI SQL
Pertama, sebelum kita jauh mempelajari SQL, kita tahu dulu tentang pengertian database. Database itu adalah kumpulan data atau informasi yang kompleks, data-data tersebut disusun menjadi beberapa kelompok dengan tipe data yang sejenis, dimana data-data tersebut dapat saling berhubungan satu sama lain atau dapat berdiri sendiri, sehingga mudah diakses. Nah, di basis data ini bisa dikelola menggunakan program aplikasi basis data, misal: MySQL, Access dan SQL Server.
Selanjutnya kita mulai masuk ke SQL, SQL adalah Structured Query Language. SQL ini adalah suatu bahasa permintaan yang terstruktur. Ada juga kita sering mendengar istilah MySQL. Mmm gimana y bahasa singkatnya, kalau bahasa ku sendiri mengartikan SQL itu adalah bahasa permintaan yang melekat di suatu database, kalau MySQL itu database servernya. MySQL itu DBMS (Data Base Management System) nya dan SQL nya itu perintah yang nempel di DBMS itu.
Perintah-perintah dalam SQL bisa disebut dengan query.
Ada tiga sub perintah:
1. DDL -> Data Definition Language
2. DML -> Data Manipulation Language
3. DCL -> Data Control Language
I. Data Definition Language
Ini adalah perintah dasar untuk membangun kerangka nya database, seperti:
CREATE: Perintah ini digunakan untuk membuat. Membuat database baru, view baru, kolom, dll.
Nanti kita bahas bagaimana cara untuk menggunakan perintah ini.
ALTER: Perintah ini digunakan untuk mengubah strukturnya tabel yang sudah jadi sebelumnya.
Seperti mengganti nama tabel, menambah kolom, mengubah kolom, menghapus kolom,
bisa juga untuk memberikan atribut pada kolom.
DROP: Perintah ini digunakan untuk menghapus database dan tabel.
II. Data Manipulation Language
Ini adalah perintah untuk memanipulasi data dalam database yang sudah dibuat. Perintah-perintahnya seperti:
INSERT: Perintah ini digunakan untuk menyisipkan atau memasukan databaru ke dalam tabel.
SELECT: Perintah ini digunakan untuk mengambil data atau menampilkan data dari suatu tabel.
Data yang kita ambil bisa kita tampilkan dalam layar prompt MySQL secara langsung atau melalui tampilan aplikasi.
UPDATE: Perintah ini digunakan untuk memperbarui data lama menjadi data baru.
DELETE: Perintah ini digunakan untuk menghapus data dari tabel
Pertama, sebelum kita jauh mempelajari SQL, kita tahu dulu tentang pengertian database. Database itu adalah kumpulan data atau informasi yang kompleks, data-data tersebut disusun menjadi beberapa kelompok dengan tipe data yang sejenis, dimana data-data tersebut dapat saling berhubungan satu sama lain atau dapat berdiri sendiri, sehingga mudah diakses. Nah, di basis data ini bisa dikelola menggunakan program aplikasi basis data, misal: MySQL, Access dan SQL Server.
Selanjutnya kita mulai masuk ke SQL, SQL adalah Structured Query Language. SQL ini adalah suatu bahasa permintaan yang terstruktur. Ada juga kita sering mendengar istilah MySQL. Mmm gimana y bahasa singkatnya, kalau bahasa ku sendiri mengartikan SQL itu adalah bahasa permintaan yang melekat di suatu database, kalau MySQL itu database servernya. MySQL itu DBMS (Data Base Management System) nya dan SQL nya itu perintah yang nempel di DBMS itu.
Perintah-perintah dalam SQL bisa disebut dengan query.
Ada tiga sub perintah:
1. DDL -> Data Definition Language
2. DML -> Data Manipulation Language
3. DCL -> Data Control Language
I. Data Definition Language
Ini adalah perintah dasar untuk membangun kerangka nya database, seperti:
CREATE: Perintah ini digunakan untuk membuat. Membuat database baru, view baru, kolom, dll.
Nanti kita bahas bagaimana cara untuk menggunakan perintah ini.
ALTER: Perintah ini digunakan untuk mengubah strukturnya tabel yang sudah jadi sebelumnya.
Seperti mengganti nama tabel, menambah kolom, mengubah kolom, menghapus kolom,
bisa juga untuk memberikan atribut pada kolom.
DROP: Perintah ini digunakan untuk menghapus database dan tabel.
II. Data Manipulation Language
Ini adalah perintah untuk memanipulasi data dalam database yang sudah dibuat. Perintah-perintahnya seperti:
INSERT: Perintah ini digunakan untuk menyisipkan atau memasukan databaru ke dalam tabel.
SELECT: Perintah ini digunakan untuk mengambil data atau menampilkan data dari suatu tabel.
Data yang kita ambil bisa kita tampilkan dalam layar prompt MySQL secara langsung atau melalui tampilan aplikasi.
UPDATE: Perintah ini digunakan untuk memperbarui data lama menjadi data baru.
DELETE: Perintah ini digunakan untuk menghapus data dari tabel
पेंगेतौँ SQL
PENGERTIAN SQL
SQL (yang biasa dibaca sequel) merupakan kependekan dari Structured Query Language yaitu bahasa yang dirancang khusus untuk komunikasi dengan database. Tidak seperti bahasa-bahasa lainnya (seperti bahasa C, basic, pascal atau bahasa pemprograman yang lain) Bahasa SQL sengaja di rancang untuk melakukan hal secara sederhana dan efisien untuk membaca dan menulis data dari suatu database.
Manfaat dari SQl antara lain :
SQL bukanlah bahasa kepemilikan yang digunakan oleh vendor database perorangan. Hampir semua database besar mendukung SQL, sehingga dengan mempelajari bahasa SQL, anda dapat berinteraksi dengan hampir seluruh database besar yang beredar seperti Ms. SQL server, Oracle, Ms. Access, atau MySQL. SQL mudah dipelajari, karena semua statement dibuat berdasarkan kata-kata dalam bahasa inggris yang umum. SQL benar-benar suatu bahasa yang kuat, dan dengan kepandaian menggunakan unsur-unsur bahasa tersebut, anda dapat melakukan pengoperasian database yang kompleks dan sulit.
Sebelum anda masuk ke bahasa SQL, ada baiknya mengenal terlebih dahulu dasar-dasar database, apa sebenarnya SQL dan apa yang bisa dilakukannya.
Pengertian database
Sadar ataupun tidak sadar, sebenarnya anda selalu menggunakan database dalam kehidupan keseharian. Misalkan saja saat seorang guru mengisikan nilai-nilai be buku nilai, guru tersebut sudah menggunakan database, atau saat anda sedang mencari situs tertentu dengan menggunakan search engine seperti GOOGLE atau Yahoo, anda sedang menggunakan database, atau mungkin ketika anda menggunakan kartu ATM pada mesin ATM, saat memasukkan PIN dan melakukan transaksi, database-lah yang anda gunakan.
Walaupun dalam kehidupan sehari-hari secara sadar ataupun tidak menggunakan database, masih saja terbesit dibenak apa itu database ?
Secara sederhana database adalah kumpulan data yang disimpan dengan beberapa cara pengorganisasian. Coba anda bayangkan sebuah sebuah lemari berkas/filing kabinet, itu adalah lokasi fisik yang sederhana menyimpan data, tanpa memperhatikan jenisnya atau
bagaimana diaturnya.
Tabel
Tabel adalah daftar data yang terstruktur dengan tipe khusus. Misalkan dalam lemari berkas, untuk menyimpan informasi tentunya dengan membuat file-file yang diletakkan lemari kabinet dan setelah itu menempatkannya kedalam file khusus, dan file itulah dalam suatu database dikenal dengan tabel.
Kolom dan Tipe data
Biasanya dalam suatu tabel terdiri dari satu atau lebih kolom. Kolom berisi bagian informasi dalam tabel. Misalkan dalam daftar nilai, terdapat kolom nama yang berisi seluruh nama-nama siswa, kolom nilai ulangan harian, berisi seluruh nilai harian siswa, kolom nilai ulangan Umum, berisi seluruh nilai ulangan umum, dan kolom-kolom lainnya.
Setiap kolom memiliki jenis/tipe data tertentu dan saling terkait. pada contoh diatas kolom nilai ulangan harian berisi nilai yang berupa angka, dalam database dikenal dengan numerik. Kolom dalam database lebih dikenal dengan istilah field.
Baris
Kembali pada contoh daftar nilai, misalkan berisi data dengan nama siswa Andi, nilai ulangan hariannya 8, dan nilai ulangan umum 7, nama siswa Beni, nilai ulangan harian 8, dan nilai ulangan umum 7, begitu seterusnya dan data-data itulah diletakkan disetiap baris suatu kolom.
Dalam dunia database, istilah baris dikenal dengan nama record
Kunci
Dalam suatu baris yang terdiri dari beberapa kolom untuk melakukan pengindifikasian suatu baris. Misalkan pada tabel daftar nilai untuk pengindifikasian dengan kolom ID atau berupa no induk dari siswa tersebut.
Kolom tersebut yang mengidentifikasikan secara unik setiap baris di dalam suatu tabel disebut primary key atau kunci primer. Tanpa kunci primer, proses pembaharuan (update) dan penghapusan baris-baris khusus pada tabel akan menjadi sulit.
Dalam kolom primary key, haruslah memenuhi syarat-syarat berikut :
Dua baris tidak bisa memiliki nilai kunci primer yang sama Setiap baris harus memiliki nilai kunci primer artinya kolom tidak boleh ada yang kosong Kolom yang berisikan nilai kunci primer tidak pernah dapat dimodifikasi dan diperbaharui Nilai kunci primer tidak dapat digunakan kembali.
Kunci primer biasanya ditempatkan pada kolom tunggal di dalam tabel. Tetapi ini tidak harus, karena banyak kolom yang digunakan bersama-sama sebagai kunci primer. Jika digunakan banyak kolom maka aturan diatas harus diterapkan pada semua kolom dengan nilai-nilai kolom yang unik.
untuk memahami penjelasan diatas perhatikan contoh dibawah ini :
Misalkan anda memiliki tabel dengan nama daftar_nilai, dengan data-data sebagai berikut :
Mengenal SQL
SQL (yang biasa dibaca sequel) merupakan kependekan dari Structured Query Language yaitu bahasa yang dirancang khusus untuk komunikasi dengan database. Tidak seperti bahasa-bahasa lainnya (seperti bahasa C, basic, pascal atau bahasa pemprograman yang lain) Bahasa SQL sengaja di rancang untuk melakukan hal secara sederhana dan efisien untuk membaca dan menulis data dari suatu database.
Manfaat dari SQl antara lain :
SQL bukanlah bahasa kepemilikan yang digunakan oleh vendor database perorangan. Hampir semua database besar mendukung SQL, sehingga dengan mempelajari bahasa SQL, anda dapat berinteraksi dengan hampir seluruh database besar yang beredar seperti Ms. SQL server, Oracle, Ms. Access, atau MySQL. SQL mudah dipelajari, karena semua statement dibuat berdasarkan kata-kata dalam bahasa inggris yang umum. SQL benar-benar suatu bahasa yang kuat, dan dengan kepandaian menggunakan unsur-unsur bahasa tersebut, anda dapat melakukan pengoperasian database yang kompleks dan sulit.
Sebelum anda masuk ke bahasa SQL, ada baiknya mengenal terlebih dahulu dasar-dasar database, apa sebenarnya SQL dan apa yang bisa dilakukannya.
Pengertian database
Sadar ataupun tidak sadar, sebenarnya anda selalu menggunakan database dalam kehidupan keseharian. Misalkan saja saat seorang guru mengisikan nilai-nilai be buku nilai, guru tersebut sudah menggunakan database, atau saat anda sedang mencari situs tertentu dengan menggunakan search engine seperti GOOGLE atau Yahoo, anda sedang menggunakan database, atau mungkin ketika anda menggunakan kartu ATM pada mesin ATM, saat memasukkan PIN dan melakukan transaksi, database-lah yang anda gunakan.
Walaupun dalam kehidupan sehari-hari secara sadar ataupun tidak menggunakan database, masih saja terbesit dibenak apa itu database ?
Secara sederhana database adalah kumpulan data yang disimpan dengan beberapa cara pengorganisasian. Coba anda bayangkan sebuah sebuah lemari berkas/filing kabinet, itu adalah lokasi fisik yang sederhana menyimpan data, tanpa memperhatikan jenisnya atau
bagaimana diaturnya.
Tabel
Tabel adalah daftar data yang terstruktur dengan tipe khusus. Misalkan dalam lemari berkas, untuk menyimpan informasi tentunya dengan membuat file-file yang diletakkan lemari kabinet dan setelah itu menempatkannya kedalam file khusus, dan file itulah dalam suatu database dikenal dengan tabel.
Kolom dan Tipe data
Biasanya dalam suatu tabel terdiri dari satu atau lebih kolom. Kolom berisi bagian informasi dalam tabel. Misalkan dalam daftar nilai, terdapat kolom nama yang berisi seluruh nama-nama siswa, kolom nilai ulangan harian, berisi seluruh nilai harian siswa, kolom nilai ulangan Umum, berisi seluruh nilai ulangan umum, dan kolom-kolom lainnya.
Setiap kolom memiliki jenis/tipe data tertentu dan saling terkait. pada contoh diatas kolom nilai ulangan harian berisi nilai yang berupa angka, dalam database dikenal dengan numerik. Kolom dalam database lebih dikenal dengan istilah field.
Baris
Kembali pada contoh daftar nilai, misalkan berisi data dengan nama siswa Andi, nilai ulangan hariannya 8, dan nilai ulangan umum 7, nama siswa Beni, nilai ulangan harian 8, dan nilai ulangan umum 7, begitu seterusnya dan data-data itulah diletakkan disetiap baris suatu kolom.
Dalam dunia database, istilah baris dikenal dengan nama record
Kunci
Dalam suatu baris yang terdiri dari beberapa kolom untuk melakukan pengindifikasian suatu baris. Misalkan pada tabel daftar nilai untuk pengindifikasian dengan kolom ID atau berupa no induk dari siswa tersebut.
Kolom tersebut yang mengidentifikasikan secara unik setiap baris di dalam suatu tabel disebut primary key atau kunci primer. Tanpa kunci primer, proses pembaharuan (update) dan penghapusan baris-baris khusus pada tabel akan menjadi sulit.
Dalam kolom primary key, haruslah memenuhi syarat-syarat berikut :
Dua baris tidak bisa memiliki nilai kunci primer yang sama Setiap baris harus memiliki nilai kunci primer artinya kolom tidak boleh ada yang kosong Kolom yang berisikan nilai kunci primer tidak pernah dapat dimodifikasi dan diperbaharui Nilai kunci primer tidak dapat digunakan kembali.
Kunci primer biasanya ditempatkan pada kolom tunggal di dalam tabel. Tetapi ini tidak harus, karena banyak kolom yang digunakan bersama-sama sebagai kunci primer. Jika digunakan banyak kolom maka aturan diatas harus diterapkan pada semua kolom dengan nilai-nilai kolom yang unik.
untuk memahami penjelasan diatas perhatikan contoh dibawah ini :
Misalkan anda memiliki tabel dengan nama daftar_nilai, dengan data-data sebagai berikut :
Mengenal SQL
पेंगेतौँ तेंतंग PHP
Pengertian Php dan istilah-istilah lainnya dalam php.
PHP adalah bahasa pemorgraman yang memungkinkan para web developer untuk
membuat aplikasi web yang dinamis dengan cepat. PHP merupakan singkatan
dari “PHP: Hypertext Preprocessor”. PHP ditulis dan diperkenalkan pertama kali
sekitar tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf melalui situsnya untuk mengetahui siapa
saja yang telah mengakses ringkasan online-nya.
PHP merupakan salah satu bahasa script yang terbilang baru dan tersedia secara
bebas dan masih memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. PHP dapat
diintegrasikan (embedded) ke dalam web server, atau dapat berperan sebagai
program CGI yang terpisah.
Karakteristik yang paling unggul dan paling kuat dalam PHP adalah lapisan
integrasi database (database integration layer). Database yang didukung PHP
adalah: Oracle, Adabas-D, Sybase, FilePro, mSQL, Velocis, MySQL, Informix,
Solid, dBase, ODBC, Unix dbm, dan PostgreSQL.
• Apa itu server side script? server side script adalah script yang hanya bisa bekerja pada
server. contoh lain server side script adalah asp.
• Apa kepanjangan dari php? ada dua versi yang sampai saat ini aku tau, yaitu :
• PHP dari Personal Home Page
• PHP dari PHP : Hypertext Preprocessor
• PHP adalah Open Source software jadi kita bebas dan gratis menggunakannya, berbeda
dengan asp yang punya microsoft.
Pengertian string:
String dalam PHP dibatasi oleh kutip ganda (“) atau kutip tunggal (‘).
Perbedaannya adalah bagaimana string tersebut diinterpretasikan. Jika string
dibatasi oleh kutip ganda, variabel di dalam string akan ditampilkan.Karakter backslash:
Karakter backslash (\) di dalam string dengan kutip ganda dapat digunakan untuk
menuliskan karakter khusus (escape sequences).
Array:
Array dalam PHP dapat berupa indexed array (vektor) dan hash tables
(associative arrays). PHP juga mendukung array multidimensi.
Inisialisasi dan Penggunaan Array
// Membuat array sederhana secara eksplisit
$a[0] = "Buku";
$a[1] = "Pinsil";
$a[] = "Bolpen"; // secara implisit ditempatkan pada indeks
// (key) 3
$a[] = "Penghapus"; // secara implisit ditempatkan pada indeks
// (key) 4
echo "$a[0], $a[1], $a[2], $a[3]
";
// Membuat array asosiatif
$tanaman["pangan"] = "padi";
$tanaman["hias"] = "anggrek";
$tanaman["sayuran"] = "wortel";
echo "Contoh tanaman hias adalah {$tanaman["hias"]}
";
// Membuat array asosiatif spt di atas, namun caranya lebih
// sederhana $tanaman = array("pangan" => "padi", "hias" => "anggrek",
"sayuran" => "wortel");
echo "Contoh tanaman sayuran adalah {$tanaman["sayuran"]}
";
// Membuat array multidimensi
$b[0][0] = "Nol Nol";
$b[0][1] = "Nol Satu";
echo "Nilai \$b[0][1] adalah {$b[0][1]}
";
// Membuat array asosiatif multidimensi
$kota["Jabar"][0] = "Bogor";
$kota["Jabar"][1] = "Bandung";
$kota["Jateng"][0] = "Semarang";
$kota["Jateng"][1] = "Solo";
echo "\$kota['Jabar'][1] = {$kota['Jabar'][1]}
";
?>
Objeck
Object adalah sebuah tipe data yang dapat berupa sebuah bilangan, variabel, atau
bahkan sebuah fungsi.
Variabel dan konstanta
Object adalah sebuah tipe data yang dapat berupa sebuah bilangan, variabel, atau
bahkan sebuah fungsi.
Contoh nama variable:
$variabel1 = "Printer";$variabel2 = "Epson";
echo "$variabel1, $variabel2";
$1variabel = 123; // nama variabel yang salah$_tes = "tes"; // benar, diawali oleh garis
bawah$test_Ç = "tes2"; // benar, Ç adalah ASCII 128
?>
Variabel dapat diisi nilai maupun referensi. Ketika variabel diisi nilai, seluruh
nilai dari ekspresi asli diisikan ke variabel tujuan. Setelah diisi, variabel asli
bersifat independen, sehingga perubahan pada satu variabel tidak mempengaruhi
yang lain.
Ketika variabel diisi referensi, variabel baru merefer pada variabel asli.
Perubahan yang dibuat pada salah satu variabel akan berpengaruh pada variabel
satunya. Untuk mengisi dengan referensi, tambahkan tanda & pada nama
variabel.
Foreach:
Statement foreach adalah mekanisme yang baik untuk mengiterasi array. PHP
mendukung dua sintaks :
foreach (ekspresi_array as nama_variabel_nilai) statement
foreach (ekspresi_array as nama_variabel_kunci => nama_variabel_nilai)
statement.
switch
Statement switch menyederahanakan evaluasi banyak kondisi. Statement ini
sering digunakan untuk menggantikan statement if..elseif yang kompleks. Dalam
PHP, string dapat digunakan sebagai ekspresi switch.
break dan continue Statement break mengakhiri eksekusi struktur kontrol pada saat itu (statement
pengulangan atau switch). Statement continue hanya digunakan dalam
pengulangan. Statement continue menyebabkan PHP melewati sisa pengulangan
yang ada dan menuju ke awal iterasi selanjutnya.
include dan require
PHP menyediakan dua mekanisme untuk memasukkan file eksternal, yakni
include() dan require(). Statement include() adalah fungsi PHP reguler,
sedangkan require() adalah konstruksi bahasa khusus dan memiliki sejumlah
pembatasan dalam penggunaannya.
Fungsi include() dievaluasi setiap kali ditemukan dan dapat berada dalam
pengulangan atau statement kondisional. Ini berarti bahwa file dapat dimasukkan
secara kondisional atau kelompok file dapat dimasukkan dengan menggunakan
sebuah pengulangan. Fungsi include() juga membolehkan file target
menghasilkan nilai kembali (return value) dan menyimpan nilai tersebut dalam
sebuah variabel. Pemrosesan file dalam sebuah statement include() diakhiri jika
ditemukan statement return.
Statement require() berbeda dari statement include() dimana statement require()
tidak subject pada struktur kontrol apapun. Hal ini berarti file tidak dapat
dimasukkan secara kondisional dengan menggunakan require(). Statement akan
dieksekusi satu kali jika muncul di dalam sebuah penguangan atau bahkan jika
muncul di dalam sebuah statement kondisional yang hasil evaluasinya false.
Perbedaan lainnya adalah sebuah file dalam statement require() tidak akan
mengembalikan suatu nilai. Fungsi
PHP mendukung pembuatan fungsi yang didefinisikan oleh pengguna (userdefined
functions). PHP mendukung fitur-fitur berikut: nama variabel fungsi,
jumlah variabel argumen, argumen default, argumen yang dikirimkan berdasarkan
nilai, dan argumen yang dikirimkan berdasarkan referensi.
Secara default, argumen dikirimkan berdasarkan nilai. Untuk mengirimkan nilai
berdasarkan referensi, awali nama variabel dengan tanda &. Ketika menggunakan
argumen default, semua argumen default harus berada di kanan semua argumen
non-default. Fungsi func_num_arg(), func_get_arg(), dan func_get_args()
tersedia untuk mendapatkan informasi tentang argumen yang dikirimkan.
Contoh Fungsi yang Didefinisikan Pengguna:
// sebuah fungsi sederhanafunction tambah ($a, $b)
{
return $a + $b;
}
// dikirimkan berdasarkan referensi
function tambahstring (&$stringawal, $stringtambahan)
{
// karena dikirimkan berdasarkan referensi, nilai// $stringawal akan berubah diluar skup
fungsi ini
$stringawal .= $stringtambahan;
}
// nilai default
/* Fungsi ini dapat dipanggil dengan :
cetaktag("href", "text");
atau
cetaktag("href", "text", "target");
*/
function cetaktag($href, $text, $targ = "")
{
if ($targ == "")
{
echo "a href=\"$href\">$text";
}
else
{
echo "a href=\"$href\" target=\"$targ\">$text";
}
}
// daftar argumen
function cetaksemua()
{
$jumarg = func_num_args();
for ($indeks = 0; $indeks < $jumarg; $indeks++)
{
$nilaiarg = func_get_arg($indeks); echo "Argumen $indeks: $nilaiarg
";
}
}
echo ( "tambah(3, 5) : " . tambah(3,5) . "
");
$kalimat = "Saya sedang";
tambahstring($kalimat, "belajar PHP");
echo "$kalimat
";
cetaktag("contoh10.php", "Tampilkan Contoh 10 lagi");
echo "
";
cetaktag("contoh10.php", "Tampilkan Contoh 10 lagi, dalam
window baru", "_blank");
echo "
";
echo "Panggil cetaksemua(1,2,3,4,5) :
";
cetaksemua(1,2,3,4,5);
?>
PHP adalah bahasa pemorgraman yang memungkinkan para web developer untuk
membuat aplikasi web yang dinamis dengan cepat. PHP merupakan singkatan
dari “PHP: Hypertext Preprocessor”. PHP ditulis dan diperkenalkan pertama kali
sekitar tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf melalui situsnya untuk mengetahui siapa
saja yang telah mengakses ringkasan online-nya.
PHP merupakan salah satu bahasa script yang terbilang baru dan tersedia secara
bebas dan masih memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. PHP dapat
diintegrasikan (embedded) ke dalam web server, atau dapat berperan sebagai
program CGI yang terpisah.
Karakteristik yang paling unggul dan paling kuat dalam PHP adalah lapisan
integrasi database (database integration layer). Database yang didukung PHP
adalah: Oracle, Adabas-D, Sybase, FilePro, mSQL, Velocis, MySQL, Informix,
Solid, dBase, ODBC, Unix dbm, dan PostgreSQL.
• Apa itu server side script? server side script adalah script yang hanya bisa bekerja pada
server. contoh lain server side script adalah asp.
• Apa kepanjangan dari php? ada dua versi yang sampai saat ini aku tau, yaitu :
• PHP dari Personal Home Page
• PHP dari PHP : Hypertext Preprocessor
• PHP adalah Open Source software jadi kita bebas dan gratis menggunakannya, berbeda
dengan asp yang punya microsoft.
Pengertian string:
String dalam PHP dibatasi oleh kutip ganda (“) atau kutip tunggal (‘).
Perbedaannya adalah bagaimana string tersebut diinterpretasikan. Jika string
dibatasi oleh kutip ganda, variabel di dalam string akan ditampilkan.Karakter backslash:
Karakter backslash (\) di dalam string dengan kutip ganda dapat digunakan untuk
menuliskan karakter khusus (escape sequences).
Array:
Array dalam PHP dapat berupa indexed array (vektor) dan hash tables
(associative arrays). PHP juga mendukung array multidimensi.
Inisialisasi dan Penggunaan Array
// Membuat array sederhana secara eksplisit
$a[0] = "Buku";
$a[1] = "Pinsil";
$a[] = "Bolpen"; // secara implisit ditempatkan pada indeks
// (key) 3
$a[] = "Penghapus"; // secara implisit ditempatkan pada indeks
// (key) 4
echo "$a[0], $a[1], $a[2], $a[3]
";
// Membuat array asosiatif
$tanaman["pangan"] = "padi";
$tanaman["hias"] = "anggrek";
$tanaman["sayuran"] = "wortel";
echo "Contoh tanaman hias adalah {$tanaman["hias"]}
";
// Membuat array asosiatif spt di atas, namun caranya lebih
// sederhana $tanaman = array("pangan" => "padi", "hias" => "anggrek",
"sayuran" => "wortel");
echo "Contoh tanaman sayuran adalah {$tanaman["sayuran"]}
";
// Membuat array multidimensi
$b[0][0] = "Nol Nol";
$b[0][1] = "Nol Satu";
echo "Nilai \$b[0][1] adalah {$b[0][1]}
";
// Membuat array asosiatif multidimensi
$kota["Jabar"][0] = "Bogor";
$kota["Jabar"][1] = "Bandung";
$kota["Jateng"][0] = "Semarang";
$kota["Jateng"][1] = "Solo";
echo "\$kota['Jabar'][1] = {$kota['Jabar'][1]}
";
?>
Objeck
Object adalah sebuah tipe data yang dapat berupa sebuah bilangan, variabel, atau
bahkan sebuah fungsi.
Variabel dan konstanta
Object adalah sebuah tipe data yang dapat berupa sebuah bilangan, variabel, atau
bahkan sebuah fungsi.
Contoh nama variable:
$variabel1 = "Printer";$variabel2 = "Epson";
echo "$variabel1, $variabel2";
$1variabel = 123; // nama variabel yang salah$_tes = "tes"; // benar, diawali oleh garis
bawah$test_Ç = "tes2"; // benar, Ç adalah ASCII 128
?>
Variabel dapat diisi nilai maupun referensi. Ketika variabel diisi nilai, seluruh
nilai dari ekspresi asli diisikan ke variabel tujuan. Setelah diisi, variabel asli
bersifat independen, sehingga perubahan pada satu variabel tidak mempengaruhi
yang lain.
Ketika variabel diisi referensi, variabel baru merefer pada variabel asli.
Perubahan yang dibuat pada salah satu variabel akan berpengaruh pada variabel
satunya. Untuk mengisi dengan referensi, tambahkan tanda & pada nama
variabel.
Foreach:
Statement foreach adalah mekanisme yang baik untuk mengiterasi array. PHP
mendukung dua sintaks :
foreach (ekspresi_array as nama_variabel_nilai) statement
foreach (ekspresi_array as nama_variabel_kunci => nama_variabel_nilai)
statement.
switch
Statement switch menyederahanakan evaluasi banyak kondisi. Statement ini
sering digunakan untuk menggantikan statement if..elseif yang kompleks. Dalam
PHP, string dapat digunakan sebagai ekspresi switch.
break dan continue Statement break mengakhiri eksekusi struktur kontrol pada saat itu (statement
pengulangan atau switch). Statement continue hanya digunakan dalam
pengulangan. Statement continue menyebabkan PHP melewati sisa pengulangan
yang ada dan menuju ke awal iterasi selanjutnya.
include dan require
PHP menyediakan dua mekanisme untuk memasukkan file eksternal, yakni
include() dan require(). Statement include() adalah fungsi PHP reguler,
sedangkan require() adalah konstruksi bahasa khusus dan memiliki sejumlah
pembatasan dalam penggunaannya.
Fungsi include() dievaluasi setiap kali ditemukan dan dapat berada dalam
pengulangan atau statement kondisional. Ini berarti bahwa file dapat dimasukkan
secara kondisional atau kelompok file dapat dimasukkan dengan menggunakan
sebuah pengulangan. Fungsi include() juga membolehkan file target
menghasilkan nilai kembali (return value) dan menyimpan nilai tersebut dalam
sebuah variabel. Pemrosesan file dalam sebuah statement include() diakhiri jika
ditemukan statement return.
Statement require() berbeda dari statement include() dimana statement require()
tidak subject pada struktur kontrol apapun. Hal ini berarti file tidak dapat
dimasukkan secara kondisional dengan menggunakan require(). Statement akan
dieksekusi satu kali jika muncul di dalam sebuah penguangan atau bahkan jika
muncul di dalam sebuah statement kondisional yang hasil evaluasinya false.
Perbedaan lainnya adalah sebuah file dalam statement require() tidak akan
mengembalikan suatu nilai. Fungsi
PHP mendukung pembuatan fungsi yang didefinisikan oleh pengguna (userdefined
functions). PHP mendukung fitur-fitur berikut: nama variabel fungsi,
jumlah variabel argumen, argumen default, argumen yang dikirimkan berdasarkan
nilai, dan argumen yang dikirimkan berdasarkan referensi.
Secara default, argumen dikirimkan berdasarkan nilai. Untuk mengirimkan nilai
berdasarkan referensi, awali nama variabel dengan tanda &. Ketika menggunakan
argumen default, semua argumen default harus berada di kanan semua argumen
non-default. Fungsi func_num_arg(), func_get_arg(), dan func_get_args()
tersedia untuk mendapatkan informasi tentang argumen yang dikirimkan.
Contoh Fungsi yang Didefinisikan Pengguna:
// sebuah fungsi sederhanafunction tambah ($a, $b)
{
return $a + $b;
}
// dikirimkan berdasarkan referensi
function tambahstring (&$stringawal, $stringtambahan)
{
// karena dikirimkan berdasarkan referensi, nilai// $stringawal akan berubah diluar skup
fungsi ini
$stringawal .= $stringtambahan;
}
// nilai default
/* Fungsi ini dapat dipanggil dengan :
cetaktag("href", "text");
atau
cetaktag("href", "text", "target");
*/
function cetaktag($href, $text, $targ = "")
{
if ($targ == "")
{
echo "a href=\"$href\">$text";
}
else
{
echo "a href=\"$href\" target=\"$targ\">$text";
}
}
// daftar argumen
function cetaksemua()
{
$jumarg = func_num_args();
for ($indeks = 0; $indeks < $jumarg; $indeks++)
{
$nilaiarg = func_get_arg($indeks); echo "Argumen $indeks: $nilaiarg
";
}
}
echo ( "tambah(3, 5) : " . tambah(3,5) . "
");
$kalimat = "Saya sedang";
tambahstring($kalimat, "belajar PHP");
echo "$kalimat
";
cetaktag("contoh10.php", "Tampilkan Contoh 10 lagi");
echo "
";
cetaktag("contoh10.php", "Tampilkan Contoh 10 lagi, dalam
window baru", "_blank");
echo "
";
echo "Panggil cetaksemua(1,2,3,4,5) :
";
cetaksemua(1,2,3,4,5);
?>
Langganan:
Komentar (Atom)